Friday, 29 March 2013

crossroad

01:49 Posted by dede No comments
Yo, ma blog~
Tulisan ini dibikin dikala ngerjain revisi entah untuk yg keberapa kali. Ketik, ketik, mikir, browsing, singing, random-ing, everything *ketik-ketik = 35%, lainnya = 65%*
Sebenernya ga ada masalah. Ga ada masalah dgn keseharian saya. Semuanya baik-baik aja. Berjalan gokil seperti biasa.
Playlist yg keputer di laptop pun mendukung untuk berwasting-time. Kebetulan isinya lagu-lagu yg sering saya denger di era 2009-2010-2011.. Lagu di saat saya masih semester-semester awal. Semester 1-5. Lagu yg sering keputer disaat saya fokus dan rajin-rajinnya ngerjain sesuatu yg fenomenal di jamannya, semacam laporan PWR-nya PSI, laporan praktikum Sisop, tugas-tugas creepy MBD. Iya, jaman saya masih rajin. Sebelum akhirnya sisi itu direnggut oleh emosi dan kemalasan yg entah datang dari mana. Capek? Gitu aja kok capek..

Mau ga mau, saya harus flashback lagi. Di tengah ms. word yg masih kebuka, menunjukkan proposal TA yg masih compang-camping *ini sebenernya nge-blog apa ngerjain sih? -___-*, tiba-tiba lirik lagu yg saya dengar rasanya menusuk sekali. Sampe ga bisa ngelanjutin ngetik di word. Diam, berhenti. Keinget masa-masa awal kuliah. Melalui pelajaran-pelajaran susah bareng teman-teman. Kangen. bener-bener kangen. Sampe rasanya, kok mata jadi panas ya. Duh. Haha..
Kangen masa-masa belajar bareng temen. Masa-masa menaklukkan mata kuliah sulit sama-sama. Masa-masa temen-temen sering bertanya ke saya ttg gimana cara ngerjain tugas ini-itu. Masa-masa ngeberantakin kos-kosan orang. Masa-masa hidup belum sepenuhnya berputar.

All that I can do is recalling those memories. Daripada momen-momen yg saya tulis diatas, saya lebih rindu sama momen-momen yg saya lalui dgn teman-teman terdekat saya jaman itu. Kalo boleh jujur, rindu sama orang-orang itu. Iya, mereka orang yg sebenarnya bisa saya temui kapan aja di kampus. Orang-orang yg selalu akan tersenyum disaat saya menyapa. Orang-orang yg siap mendengar cerita dan becandaan random saya kalo ketemu. Tapi asal lo lo pade tau aje ye *switch into betawi mode for a while*, ada yg memudar dari itu semua. yaitu kedekatan kami.
Semester demi semester berlalu, mata kuliah ini-itu yg kami jalani, jadwal yg ga menentu. Those daily things, untighten our bonds out.
Dulu yang paling ngehits itu, kayak yang tadi disebut diatas (saking 'berkesan' nya sampe disebut berulang2 nih), momen ngerjain tugas alpro bersama. Momen takut-takut ke senior, bersama. Momen ngerjain tugas Sisop, yang cukup menguras hati karena bikin laptop rusak dan aku cuma bisa nangis dalam hati dengan wajah datar *bayangin, bayangin*. Momen 'mbacem' tugas PSI *'mbacem', kata yg soooo last years. Sekarang udah jarang banget kedengaran dari mulut temen2*. Momen ngerjain tugas CRM yg waktu itu epic banget. Momen mempelajari MBD yg amazingly shocking. Momen ngerjain tugas-tugas lain *duh lupa, tapi sekarang kebayang*.
Semuanya yang bikin hubungan dengan teman-teman semakin dekat, karena melalui masa-masa sulit bersama-sama.

Masuk semester 5, rasanya semua agak mulai berubah. Temen-temen mulai sibuk dgn kelas masing-masing. Aku cenderung mengambil kelas yang berbeda dari mereka, pada dasarnya karena pengen nyoba berbaur dengan teman-teman yang jarang sekelas dengan aku. Ga ada sama sekali niat buat memisahkan diri. But everything was not as easy as it seemed. It's okay, as long as I have another bustles outside the lessons and join the stream whenever I can . Meskipun ga terlalu disadari, perbedaan jadwal kuliah ternyata memberikan efek yang cukup signifikan terhadap pola sosialisasi. Huft.
Tapi waktu berlalu terus. Ke jaman-jaman puncak dimana kesabaran saya paling diuji semasa kuliah, semester 5-6-7. Sementara itu, mereka, teman-teman terdekat di awal semester, satu persatu udah punya kumpulan masing-masing. Urusan masing-masing. Prinsip masing-masing. Sedangkan saya sibuk mengawang-ngawang over random things that ruin my emotion. All I could say that I was always 'uring-uringan'. I thought I was being so clumsy and lazy while running. Ah, so pathetic. Untung saya masih bisa mempelajari banyak hal dari apa yg saya lewati.

Sampe akhirnya ke saat sekarang ini. saat yg tersisa cuma sebuah tantangan bernama tugas akhir. Saya harus bisa berjuang sendiri. Teman-teman juga begitu pastinya. Yang tersisa juga, rasa 'ingin kembali ke masa lalu' yg mendalam sama momen-momen itu. Saya masih bisa tersenyum konyol kayak dulu. Masih bisa tertawa bersama kalian. Tapi untuk memegang kalian lebih erat, kayaknya ga mungkin. Jangan tanya kenapa. we built our own crossroad. No, I'm the one who constructed those crossroad towards you, pals..

*Meskipun begitu, ada juga hal-hal yg membuat saya berfikir 'why did I doing that' di semester-semester sebelum ini. Orang-orang yg seharusnya saya ga usah berurusan dgn mereka. Tapi untung keadaan udah berubah*

Done. Intinya, Alhamdulillah. Segalanya bisa ngasih pelajaran berharga. Saya jadi yakin, apa yg terjadi di masa lalu selalu membawa pengaruh positif ke diri saya yg sekarang, meskipun bukan hal menarik. Setidaknya, aku bisa lebih mandiri dan sabar.

Selamat berjuang, temen-temen. Semoga kalian tetep inget sama momen-momen yang mendewasakan itu *ceileh*. Please don't erase me from your mind, I won't erase you as well. I don't want to, to be exact. See you on the top.. Huahaha.. *wiping my tears*


That's it. Mari kembali ke proposal yg terlupakan. Dengan dukungan dari alam semesta dan penghuninya, aku bakal menaklukkan semuanya! Yeahh! *stres dia*

(NB : lirik lagu yg berhasil membuat saya tertusuk adalah lirik ini : 'the words I need to hear that always get me through the day, and make it okay... I miss you'
Lagu dari seorang cewek rocker asal Kanada, berambut lurus pirang panjang, yg punya style keren dan lagu-lagunya sering jadi hits. Salah satunya ya lagu ini. lagu ini sering saya denger di era 2010-an.)

0 comments:

Post a Comment